Eyang Suro

Silsilah
RIWAYAT KI NGABEHI SOERODIWIRDJO
PENCIPTA “SETIA HATI”
1869 Ki Ngabehi Soerodiwirjo (nama kecilnya Masdan) lahir pada hari Sabtu Pahing. Beliau merupakan keturunan dari Bupati Gresik-Surabaya.
Ayahnya bernama Ki Ngabehi Soeromiharjo sebagai Mantri Cacar Ngimbang (Lamongan) yang mempunya 5 (lima) putera yaitu:
1. Ki Ngabehi Soerodiwirjo (Masdan)
2. Noto (Gunari), di Surabaya
3. Adi (Soeradi), di Aceh
4. Wongsoharjo, di Madiun
5. Kartodiwirjo, di Jombang
Saudara laki-laki dari ayahnya bernama R.A.A. Koesoemodinoto menjabat sebagai Bupati Kediri. Seluruh keluarga ini adalah keturunan dari Batoro Katong di Ponorogo, Putra Prabu Brawijaya Majahapit.
1883 Pada saat itu tersebut Ki Ngabehi Soerodiwirjo lulus sekolah rakyat 5 tahun (umur 14 tahun). Selanjutnya beliau ikut Üwonya”Mas Ngabehi Soeromiprojo, yang menjabat sebagai Wedono Wonokromo, kemudian pindah dan menjabat lagi sebagai Wedono Sedayu-Lawas, Surabaya.
1884 Pada tahun tersebut beliau telah berumur 15 tahun dan magang menjadi Juru Tulis op het Kantoor van de Controleur van Jombang. Sambil belajar mengaji beliau belajar Pencak-Silat yang meupakan dasar dari kegemaran beliau untuk memperdalam Pencak-Silat dimasa-masa berikutnya.
1885 Pada tahun berikutnya, dimana usia beliau telah menginjak 16 tahun, beliau magang di kantor Kontrolir Bandung, dan dari sini beliau belajar Pencak-Silat dari Pendekar-pendekar Prinangan, sehingga didapatlah jurus-jurs seperti:
² Cimande
² Cikalong
² Cipetir
² Cibeduyut
² Cimelaya
² Ciampas
² Sumedangan
1886 Pada usia 17 tahun beliau pindah ke Betawi (Jakarta), dan disana beliau memanfaatkan untuk memperdalam Pencak-Silat, akhirnya sampai menuasai jurus-jurus seperti:
² Betawen
² Kwitang
² Monyetan
² Permainan Toya (Stok spel)
1887 Pada usia 18 tahun beliau ikut Kontrolir Belanda ke Bengkulu, disana beliau belajar Pencak-Silat yang mana gerakannya mirip seperti jurus-jurus di daerah Jawa Barat. Pada pertengahan tahun tersebut beliau ikut Kontrolir Belanda pindah ke Padang, dan tetap bekerja pada bidang pekerjaan yang sama. Di darah Padang Hulu dan Padang Hilir, beliau tetap memperdalam pengetahuannya di bidang Pencak-Silat, dimana gerakannya berbeda bila dibandingkan dengan permainan Pencak-Silat dari daerah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Di darah yang baru ini, Pencak Silat merupakan salah satu permainan kegemaran rakyat dan merupakan kebudayaan rakyat setempat.
Selanjutnya beliau berguru kepada seorang pendekar dan guru ilmu kebatinan yang bernama Datuk Raja Betua, dari kampung Alai, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Pendekar ini merupakan guru beliau yang pertama kali di daerah Sumatra Barat. Datuk Raja Betua mempunyai seorang kakak yang bernama Datuk Penghulu, dan adiknya bernama Datuk Batua, dimana ketiganya adalah pendekar-pendekar yang termasyur dan dihormati masyarakat.
1897 Pada umur 28 tahun beliau jatuh cinta kepada seorang gadis Padang. Puteri dari seorang ahli kebatinan yang berdasarkan agama Islam (Tasawuf). Untuk mempersunting gadis ini beliau harus memenuhi bebana, dengan menjawab pertanyaan dari gadis pujaannya yang berbunyi “SIAPAKAH SESUNGGUHNYA MASDDAN” dan “SIAPAKAH SESUNGGUHNYA SAYA INI ?” (gadis pujaan itu ?). Karena beliau tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut berdasarkan pikirannya sendiri, maka beliau berguru kepada seorang ahli Kebatinan yang bernama Nyoman Ida Gempol. Adalah seorang Punggawa Besar dari Kerajaan Bali yang di buang Belanda ke Sumatra (Padang), dan di kenal dengan nama Raja Kenanga Mangga Tengah (Bandingkan dengan nama Desa Winongo – Madiun – Tengah – Madya).
Kemudiaan pada tahun yang sama beliau belajar Pencak-Silat kepada Pendekar Datuk Raja Betua, selama 10 (sepuluh) dan memperoleh tambahan jurus-jurus dari daerah Padang, yaitu:
² Bungus (uit de haven van Teluk Bayur)
² Fort de Kock
² Alang – Lawas
² Lintau
² Alang
² Simpai
² Sterlak
Sebagai tanda lulus beliau mempersembahkan pisungsun yang berupa Pakaian Hitam komplit.
Selanjutnya, Ilmu Kebatinan yang diperoleh dari Nyoman Ide Gempol dipersatukan dengan Pencak-Silat serta Ilmu Kebatinan yang didapat dari Datuk Raja Betua, dimana olel Ki Ngabehi Soerodiwirjo digabungkan menjadi Ilmu dari PERSAUDARAAN “SETIA-HATI” WINONGO MADIUN.
v PERkimpoiAN
Akhirnya bebana yang diminta gadis pujaan beliau dapat dijawab, dengan menggunakan ilmu dari Persaudaraan “Setia-Hati” tersebut diatas. Dengan demikian beliau berhasil mempersunting gadis Padang, putri dari seorang ahli Tasawuf. Dari perkimpoian ini, beliau belum berhasil mendapatkan keturunan.
1898 Pada usia 29 tahun, beliau bersama istrinya pergi ke Aceh, dan bertemu adiknya (Soeradi) yang menjabat sebagai Kontrolir DKA di Lho Seumawe.
Di daerah ini beliau mendapatkan jurus::
² Jurus Kucingan
² Jurus Permainan Binja
Pada tahun tersebut, guru beliau Guru Besar Raja Kenanga Mangga Tengah O.G. Nyoman Ide Gempol diizinkan pulang ke Bali. Ilmu beliau dapat dinikmati oleh Saudara-saudara “S-H” dengan suatu motto::
“GERAK LAHIR LULUH DENGAN GERAK BATIN”
“GERAK BATIN TERCERMIN OLEH GERAK LAHIR”
1900 Ki Ngabehi Soerodiwirjo kembali ke Betawi bersama isteri, dan beliau bekerja sebagai Masinis Stoom Wals. Kemudian Ki Ngabehi Soerodiwirjo bercerai, dimana Ibu Soerodiwirjo kembali ke Padang, dan beliau pindah ke Bandung.
1903 Beliau kembali ke Surabaya dan menjabat sebagai Polisi Dienar hingga mencapai pangkat Sersan Mayor. Di Surabaya beliau dikenal keberaniannya dalam memberantas kejahatan. Kemudian beliau pindah ke Ujung, dimana sering terjadi keributan antara beliau dengan pelaut-pelaut asing
1903 Beliau mendirikan Persaudaraan “SADULUR TUNGGAL KECER – LANGEN MARDI HARDJO” pada hari Jum’at Legi 10 Syuoro 1323 H.
v PERkimpoiAN KE II
1905 Untuk kedua kalinya beliau melangsungkan perkimpoian dengan Ibu Sarijati yang saat itu berusia 17 tahun, dan diperoleh putera dari perkimpoiannya sebanyak 3 (tiga) orang putera dan 2 (dua) orang puteri, dimana semuanya meninggal sewaktu masih kecil..
1912 Beliau berhinti dari Polisi Dienar bersamaan dengan meluapnya rasa kebangsaan Indonesia, yang dimulai sejak tahun 1908. Beliau kemudian pergi ke Tegal dan ikut seorang paman dari almarhum saudara Apu Suryawinata, yang menjabat sebagai Opzichter Irrigatie.
1914 Beliau kembali lagi ke Surabaya dan bekerja pada D.K.A. Surabaya. Selanjutnya beliau pindah ke Madiun di Magazijn D.K.A. dan menetap di Desa Winongo Madiun.
1917 Persaudaraan “DJOJOGENDOLO CIPTO MULJO” diganti nama menjadi Persaudaraan “SETIA-HATI” Madiun.
1933 Beliau pensiun dari jabatannya dan menetap di desa Winongo Madiun.
1944 Beliau memberikan pelajaran yang terakhir di Balong Ponorogo (Saudara Koesni cs dan Soerjatjaroko) Kemudian beliau jatuh sakit dan akhirnya wafat pada hari Jum’at Legi 10 November 1944 jam 14:00 (Bulan Selo tanggal 24 tahun 1364 H), di rumah kediaman beliau di Winongo. Dimakamkan di Pesarean Winongo dengan Kijing batu nisan granit, serta dikelilingi bunga melati.
“SEMOGA ARWAH BELIAU DITERIMA DISISI TUHAN YANG MAHA ESA”
Sehabis pemakaman dibacakan ayat Suci Al Qur’an oleh Bapak Naib Jiwan untuk memenuhi pesan terakhir Ki Ngabehi Soerodiwirjo sebelum wafat dan diambilkan ayat “Lailatul Qadar” (Temurunnya Wahyu Illahi)
CATATAN: ada wahyu yang loncat dan akan temurun pada waktunya.
PESAN BELIAU SEBELUM WAFAT ADALAH:
1. Jika saya sudah pulang ke Rachmatullah supaya saudara-saudara “Setia-Hati” tetap bersatu hati, tetap rukun lahir bathin.
2. Jika saya meninggal dunia harap saudara-saudara “S-H” memberi maaf kepada saya dengan tulus-iklas..
Saya titip ibunda Nyi Soerodiwirjo selama masih di dunia fana ini..
Surat Yasin ayat 1 : Yasien Yasien “Allah saja yang mengetahui maksudnya”
Surat Yasin ayat 58: Salaamun Qaulam mir Rabir-Rahiem “Selamat Sejahtera itulah seruan Allah Yang Maha Pengasih”.
Asalnya: Bapak Soewarno, Pencak Silat Dalam Tiga Zaman

Rambik
Senjata khas Madiun
1903 VS 1922 

News

Para pendekar yang diamankan
Peringatan Malam Suro Diwarnai Tawuran, 13 Pendekar Diamankan
Madiun – Menyambut Tahun Baru Jawa 1 Suro dan Hijriyah 1 Muharram di Kota Madiun diwarnai tawuran antara pendekar silat dari Perguruan Silat Terate (PSHT) dengan puluhan pemuda di Kota Madiun, Senin (29/12/2008) dinihari. Dari tawuran tersebut, polisi mengamankan 13 pendekar.
Ribuan pendekar pencak silat dari PSHT menggelar konvoi memperingati dan menyambut malam Tahun Baru Jawa 1 Suro dan Tahun Baru Hijriyah 1 Muharram 1430 H di Kota Madiun sejak Minggu sore hingga Senin (29/12/2008) dinihari. Selain itu, mereka juga berziarah di makam leluhurnya pendekar Terate di kawasan Kelurahan Pilangbangu dan Taman.
Usai berziarah, konvoi pendekar Terate itu dihadang puluhan pemuda di depan kantor PLN Manisrejo. Mendapat hadangan itu, sebagian pendekar turun dari mobil pick up dan mengambil bebatuan yang ada di sekitar lokasi dan melemparkan ke sekumpulan pemuda yang menghadangnya.
“Dalam aksi tersebut tidak ada korban jiwa. Tapi kita sudah mengamankan 13 pemuda yang diduga terlibat tawuran, bebatuan dan satu unit mobil pickup,” kata Kasat Reskrim Polresta Madiun AKP Eko Rudianto kepada detiksurabaya.com, Senin (29/12/2008).
Penangkapan 13 pemuda dari pendekar PSHT dilakukan di petugas dari Polsek Wungu. “Saat ini mereka masih kami mintai keterangan,” tambahnya.
Sementara Supangat (25) salah satu pendekar PSHT yang diamankan di Mapolresta Madiun, mengatakan dirinya tidak ikut terlibat tawuran, karena berada di atas mobil bersama 10 rekan lainnya. “Rombongan kita tidak tahu kalau di depan tawuran. Lah wong kita naik pick up di belakang,” katanya kepada detiksurabaya.com.
Dari pantauan detiksurabaya.com, pasca tawuran, aparat kepolisian saat ini masih terus melakukan patroli di jalan-jalan protokol. Terutama yang menuju malam leluhur PSHT kawasan Kelurahan Pilangbangau kecamatan Kartoharjo dan Kelurahan/Kecamatan Taman.
Sebelum tawuran, poisi menggelar razia terhadap pengguna kendaraan terutama pengendara motor. Dari razia tersebut, polisi mengamankan 8 pengendara motor yang kedapatan membawa barang bukti senjata tajam berupa pisau bandek.
Ribuan Pendekar Winongo Konvoi, Madiun Mencekam
Madiun – Suasana mencekam tampak di berbagai sudut Kota Madiun, Jawa Timur pada Minggu (4/11/2007). Sedikitnya 1.000 personel kepolisian dengan senjata laras panjang
berjaga-jaga di sepanjang jalan utama dan tempat keramaian di Kota madiun.
Pada hari ini, sedikitnya ribuan pendekar dari Perguruan Silat Persaudaraan Setia Tunas Muda (Winongo) melakukan halal bihalal yang dipusatkan di Desa Winongo, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun.
Pengalaman sebelumnya, saat terjadi kerumunan pendekar maka aksi kekerasan, kriminalitas dan bentrok pendekar antar perguruan silat Winongo dan Setia Hati Teratai (SHT) kerapkali terjadi.
Pantauan detiksurabaya.com, setelah melakukan halal bihalal di Desa Winongo, ribuan pendekar Winongo kemudian melakukan konvoi dengan menggunakan sepeda
motor disepanjang jalan di Kota Madiun. Para pendekar tersebut memadati jalan dengan tidak mengindahkan peraturan lalu lintas dan meneriakkan yel-yel tentang
Winongo.
Walaupun aparat kepolisian tetap melarang mereka melakukan konvoi di jalan-jalan utama, namun tampaknya ribuan pendekar tetap melakukan konvoi di jalan utama
antara lain Jalan Pahlawan, Agus Salim dan melewati bundaran alun-alun Madiun. Akibat hal ini, Kota Madiun macet selama tiga jam lamanya.
Mengantisipasi jumlah pendekar yang melakukan konvoi semakin besar aparat kepolisian melakukan sweeping diberbagai jalan perbatasan Kota Madiun dengan daerah lain. Mereka yang memakai seragam kebesaran Winongo yang berpakaian hitam dilarang memasuki Kota Madiun.
Data yang dihimpun detiksurabaya.com, personel kepolisian yang dikerahkan berasal dari Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Madiun, Polresta Madiun,
Polres Ngawi, Magetan dan Kepolisian Wilayah (Polwil) Madiun.
Konvoi dan kerumunan massa di sepanjang kota Madiun akhirnya bubar dengan sendirinya setelah petugas kepolisian berhasil memecahkan rombongan konvoi menjadi dua bagian dan digiring menuju keluar dari Kota Madiun.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Madiun, AKP Tjanu mengatakan, belum ada pendekar yang diamankan pihaknya karena telah melakukan aksi kriminalitas saat
konvoi berlangsung.
“Kami akan menahan mereka jika kami melihat ada yang melakukan aksi pelemparan, penjarahan atau tindakan kriminalitas lainnya,” ujarnya.
Dia menambahkan, jika pengamanan ketat Kota Madiun akan dilakukan hingga besok untuk menghindari terjadinya bentrok pendekar antar perguruan silat.
Konvoi Pendekar Setia Hati, 2 Rumah Rusak
Magetan – Beberapa orang yang mengaku pendekar dan memakai pakaian dari Perguruan Silat Setia Hati Teratai (SHT) berupaya melakukan perusakan di rumah-rumah warga yang terletak di Desa Sambirejo dan Madigondo, Kecamatan Takeran, Magetan, Minggu (11/11/2007).
Dengan berkendara sepeda motor, mereka melempar rumah warga setempat dengan batu atau kerikil. Amukan mereka terjadi saat konvoi kepulangan para pendekar setelah menghadiri halal bihalal di Karangjati, Ngawi.
Dampaknya, warga yang berada di wilayah tersebut ketakutan dan memilih berdiam diri di dalam rumah. Rumah-rumah warga dan toko ditutup hingga para pendekar selesai melintas.
Toko-toko yang berada di sepanjang jalan tersebut juga tak luput dari sasaran para pendekar. Mereka berusaha membuka toko dan mengambil berbagai barang dagangan. Namun upaya penjarahan ini digagalkan oleh kepolisian yang sudah berjaga-jaga.
Melihat polisi sudah berjaga-jaga, mereka semakin mengamuk dan melakukan konvoi dengan ugal-ugalan serta tak mematuhi peraturan lalu lintas yang ada.
Sementara pengguna jalan, baik pengendara sepeda motor maupun kendaraan roda empat memilih menepikan kendaraannya agar terhindar dari amukan para pendekar yang pulang dari halal bihalal pendekar teratai se-eks karisidenan Madiun.
Agar bentrokan dan perusakan para pendekar ini terjadi, ratusan polisi yang dikerahkan dari Kepolisian Magetan dan Madiun menutup jalur transportasi hingga para pendekar ini selesai berkonvoi.
“Kami belum menghitung kerugian karena amukan para pendekar tersebut. Karena hingga saat ini suasana belum tenang dan warga memilih berada di dalam rumah,” jelas Humas Pemkab Magetan, Willy Ristanto.
Rusak Rumah Warga, 7 Pendekar Teratai Jadi Tersangka
Magetan – Tujuh pendekar yang berasal dari Setia Hati Teratai (SHT) ditangkap polisi, Senin (12/11/2007). Mereka ditetapkan sebagai tersangka perusakan rumah milik warga di Desa Sambirejo, Kabupaten Madiun dan Desa Madigondo, Kecamatan Takeran.
Kasat Reserse Kriminal Polres Magetan, AKP Suwono kepada detiksurabaya.com, mengatakan akan menjerat para pendekar yang melakukan perusakan dengan pasal tindak pidana.
Demi keamanan, AKP Suwono tidak bersedia menyebutkan nama pendekar yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Ia menambahkan ketujuh pendekar tersebut berasal dari Desa Tanjung, Suco, Bendo, Kecamatan Bendo serta Desa Kerik Kecamatan Takeran.
“Beberapa dari mereka telah mengakui melakukan pelemparan dan perusakan rumah saat mereka melakukan konvoi setelah menghadiri halal bihalal Teratai,” jelasnya, Senin (12/11/2007).
Suwono mengatakan selain menetapkan tujuh pendekar tersebut sebagai saksi, pihaknya juga meminta keterangan dari sedikitnya dari lima pendekar Teratai yang statusnya masih sebatas saksi.
Menurutnya tindakan para pendekar ini sangat meresahkan warga. Rumah-rumah warga serta pertokoan yang berada disepanjang jalan terpaksa tutup untuk menghindari aksi perusakan, penjarahan dan tindak pidana lainnya.
“Tindakan anarkis sering dilakukan oleh para pendekar. Penetapan tersangka ini semoga menjadi pelajaran bagi para pendekar lain agar tidak melakukan tindakan pidana yang merugikan warga serta dirinya sendiri,” ujarnya.




102 comments
Comments feed for this article
Januari 5, 2009 pada 11:15 am
YUDHA
SAYA AMAT BERTERIMA KASIH ATAS KINERJA APARAT,KARENA TIDAK SEPERTI YANG DULU PILIH KASIH
Januari 13, 2009 pada 5:34 am
lili
menurut saya itu tidak adil kaarena para pendekar sh terate itu kan dihadang massa.yang nyari gara2 kan bukan mereka kenapa juga harus di tangkap.dan mungkin yang menjarah toko itu hanya sh terate palsu atau massa yang ikut2an mamakai baju sh terate
Januari 14, 2009 pada 10:02 am
denmashood
sebenernya ini di pandang dari image masyarakat aja….
klo sekiranya ngrayain “peringatan hari asyuro” dengan tertib dan sopan sy kira masyarakat setempat tidak akan bersikap apatis dan anarkis….
sehingga dengan image yg bagus pasti tidak akan terjadi penjarahan dengan “mengkambinghitamkan” almamater anda oleh orang2 yg tdk bertanggungjawab….
peace…
Mei 7, 2009 pada 1:32 pm
sugeng
bnr jga bro andaikan PSHT &PSHW damai g akn trjdi bntrok,q anak ASHWIN yg msh mncri kbnran brta dlpngan
Agustus 27, 2009 pada 7:22 am
febri
klu menurutku bubarkan aja,,,ndak perlu ada yamg d bela,,,toh smua udah ndak bisa di atur,,,,
Oktober 9, 2009 pada 6:46 am
randy_irani
bubarkan gundulmu q jg orag sh.jmlh y da 80000000klo di dunia tu segitu sdh 120 negara kok
Januari 15, 2009 pada 9:18 pm
candra
memang pendekar hanyalah pendekar…… terate atau winongo sama saja tak akan bisa mengupas makna SH dan PERSAUDARAAN……………..jika semua pendekar itu tidak segera sadar dan mendalami masing2 bagian itu.
AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR nya mana? yang ada hanyalah kebalikan “AMAR MUNKAR NAHI MA’RUF”
begitu juga jika “MEMAYU HAYUNING BAWONO” jika orang2nya atau oknum yang memakai embel2 itu tdak segera mendalami……nya….
mungkin yang ada hanyalah “MUNAH HAYUNING BAWONO”
jadi baik tidaknya tergantung orang2 nya….. pendekar pleace stop WAR….!!!!
we are the brother……. ok…..
pacitan aja apapu n perguruannya yang penting damai, and tentram….
untuk aparat kalu perlu tindak tegas atau larangan untuk konvoi jika tidak ada ijin dari yang bersangkutan.
jadi bisa terkondisikan dan bisa diantisipasi…..
ok thanks salam ASHwinTER….
Mei 15, 2009 pada 3:18 pm
wahyu aryanto
aq bannga dengan indonesia yang memiliki ragm budaya dan seni salah stunya pencak silat yaitu teratai dan winongo . maka dari itu ayo… poro sadulur,,,, rukun yo…. agawe tentrem nagari iki…. ok.
Januari 18, 2009 pada 10:03 am
arief
pendekar kok sukany tawuran, wewwwwwwwwww, pendekaer opo iku?
emang ajaran perguruan SH kaya itu ta?????????
Januari 22, 2009 pada 6:01 pm
bejo
makin lama kok makin jahiliah lagi
ah cuma di madiun tapi semakin menyebar ke kota tetangga
cari duit susah malah ribut
embuhhhhhhhhhhh..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Januari 24, 2009 pada 8:50 am
Yudis
Mungkin sudah takdir yg kuasa
Juni 22, 2009 pada 3:48 am
SASUKE
takdir itu jga di tentuin ma dri qta msing2 bro…
Januari 27, 2009 pada 3:47 am
Tomblok
Kt sbg kluarg SHW hrz bngga,krn kt trmsk or yg plng brntng ddnia ini.Emng kni SHT lbh bnyk,krn kbnykn msa itu’lh akhrny jd brtl.Krn Itu SHT dkshnm Kirek n brn’ny cm kroyokn aj.Ndk sprt nk STK.
Agustus 27, 2009 pada 7:24 am
febri
sama aja bro….smua beraninya kroyok kan
Januari 28, 2009 pada 11:08 am
wawan
PESAN BELIAU SEBELUM WAFAT ADALAH:
1. Jika saya sudah pulang ke Rachmatullah supaya saudara-saudara “Setia-Hati” tetap bersatu hati, tetap rukun lahir bathin.
mari kita bersatu sesama cucu eyang suro karena kita satu SH
Juni 22, 2009 pada 3:55 am
SASUKE
Qmu bnar bro…,qta ini satu SH,sebagai sama2 dulur SH mari qta jalankan pesan terakhir dari beliau,agar ia tenang di alam sana dan marilah qta berpikir bahwa kekerasan bukanlah jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah,justru dengan kekerasan masalah akan bertambah runyam..
“SALAM PERSAUDARAAN PEACE,LOVE N JGN BERANTEM”
Agustus 27, 2009 pada 7:25 am
febri
ak setuju,,,,,,,,,
Oktober 15, 2009 pada 9:11 am
krisna
benar juga Q setuju Qta smua generasi SH harus bersatu bukankah Qta lahir dalam satu ajaran yg sama saudaraq SHT N SH winonggo
Februari 4, 2009 pada 3:26 am
joko
wong kok gak iso rukun
Februari 6, 2009 pada 6:04 pm
Pduli kadang
Sbaiknya semua pihak harus mentaati aturan yg brlaku”neng kono donyo dipideg,yo neng kono langit dijunjung”&hrs bs slng mnghrmati+mnghrgai.
Buat kadang2 psht,peace&kmbli ke ajaran PSHT sbnrny,ingatlah kata2″damai itu mahal hargany”
Februari 7, 2009 pada 7:28 pm
JHON
SAYA RASA SMUA PERGURUAN PENCAK SILAT MENGAJARKAN KEBAIKAN , TETAPI HANYA BEBERAPA ORANG”NYA SAJA YANG BERKELAKUAN BURUK.DAN AKHIRNYA BERDAMPAK DI MASYARAKAT. JADI SAYA HARAP KEPADA BAPAK KEPOLISIAN, SIAPA SAJA DAN DARI PIHAK MANA SAJA KALAU BERSALAH TOLONG DITINDAK TEGAS
Februari 8, 2009 pada 12:49 am
andre
wis gak jamane rek tawuran2 terus.nek pengin njajal ilmu nang israel wae……,
Februari 15, 2009 pada 4:05 am
Puji Hermawan
Salam Persaudaraan dari saudara di Pemalang
Februari 16, 2009 pada 6:06 am
GONJOL
mas structur diatas salah yang menyatakan sh tunas muda berdiri tahun 1903,yang bener sh tunas muda itu tahun 1965 berdirinya sedang tahun 1903 itu sh panti atau sh eyang suro.
jangan nyalahi sejarah
Februari 16, 2009 pada 12:41 pm
DINDA
SETIA HATI TUCH EMANG BRENGSEK CZ KBANYAKKAN ORG YG IKUT PSHT ALIRANNYA TDK SESUAI DGN ATURAN HUKUM YG BERLAKU DI NEGARA INDONESIA YG INDAH AKAN BUDAYA YG TIADA BATAS NIECH.
DISINI SEKITAR NGANJUK BANYAK ANK REMAJA YG IKUT PSHT SIFATNYA SPERTI ASU/ANJING.
AQ MINTA BWT APARAT NGANJUK SEGERA MEMBUBARKAN PSHT YG ADA DI NGANJUK/TDK DI IZIN KAN UNTUK ADA DI KOTA ANGIN INIECH……….
AQ DARI ANK PAGAR NUSA.
Agustus 27, 2009 pada 7:27 am
febri
betul sekali,,,,,bubarkan aj
Agustus 31, 2009 pada 11:13 am
mataharibumi
weh kowe jo ngono maen bubar2……
September 7, 2009 pada 9:16 am
satriyo haryo trengginas
mbak Dinda yang dari Nganjuk,tidak bisa gitu ngomongnya.gak baek loh mbak.
di tempat saya,malah banyak orang PN yang lebih dari itu.Sudahlah,mua pasti ngajarin yang baek,tp sewajarnya manusia..punya pemahaman & pribadi yang beda.
lebih baek yang lebih santun.
menebar cinta
menabur kasih
Oktober 15, 2009 pada 1:15 pm
RAMA
psht bkn ajarn yag buruk itu yang ikut buruk sifat nya tergatng orangnya saja emang kamu tau ajaranya kaya apa kok bisa bilang gitu. sebaiknya kamu jangan berpikiran yang negatif dulu sebelum tau ajaran yang sebenarnya
Maret 10, 2009 pada 3:47 am
boyke
slm prsaudaraan…
Tlong mas/mbak KTWnya untuk thn sah-sahan 2009 segera diberikan
Maret 19, 2009 pada 4:07 am
narto
jadilah manusia yang berbudi luhur yang tahu benar dan salah
September 3, 2009 pada 9:42 am
Chico
salam Persaudaraan… Kami ( saudara SHT ) di negara tetangga ( Timor – Leste ),,, bangga, ama ( SHT ) di Indonesia, Salam persausaraan (SHT)……………
Maret 31, 2009 pada 7:28 am
tiaz
salam persaudaraan dari pati
Maret 31, 2009 pada 10:33 am
sari
kalo nyiarin berita itu jangan cm akibatnya, melainkan cari jg sebabnya.
April 4, 2009 pada 1:22 pm
tiyo
peace man………!!!!!!!!!
April 8, 2009 pada 7:42 am
Indri
orng2 yg ditngkap itu blm tentu pndkar terate tulen, bs sja kan org yg sblumnya prnah ikut terate tp ga tuntas, akhrnya mlah bkin snsasi kyak gtu…
April 11, 2009 pada 10:03 am
adi
basmi pengrusak klo perlu bantai mrka pak polisi.
April 17, 2009 pada 2:54 am
marmo
bener sekali kata mas ANDRE, saya setuja (tiru2 mas tukul) sekali. kalo emang mo uji ilmu dari SHT atau SHW mending ke israel aja, katanya mo uji ilmu ya jangan pake ilmunya temen dong (^_^) alias keroyokan. diperguruan kalian kan ngujinya baru matahin es batu n baja pipih kecil (yg bentuknya ky penggaris tukang itu), nah di israel kan banyak tuh moncong tank2 baja n artilery. kalo bisa sekalian latihan menghindari peluru dari Snipernya israel. ranjau darat jg banyak kok kalo mo uji kaki baja (katanya sih) kalian. buat yang merasa kebal sekali dari senjata apapun (biasa baru nguasai ilmu kebal dikit dari bukti rambutnya ga bisa dipotong pake pisau, dicabut sih lepas) ada juga kok senjata kimia dari israel yang katanya sih bisa langsung mati bila menghirup udaranya, n matinya ky orang kepanggang (dah pernah makan ikan bakar kan??? nah itu tuh contohnya).hehehe… Mas mas yang katanya ikut perguruan setia hati (STK kek SHT kek) sudah waktunya memikirkan masa depan kalian semua, ingat mas tanpa asupan makanan manusia, hewan dan tumbuhan ga bisa hidup walopun ketiga spesies itu latihan ilmu apapun selama ribuan tahun, makanya mending mencari nafkah aja buat anak istri kita, ingat saat ini nyari DUIT susahnya minta ampun. dan inget lagi toh semuanya jg akan mati, maka ingatlah selalu kematian itu krn maut ga akan permisi kalo mo ambil nyawa kita, dan ilmu pencak silat kita yang selalu kita banggakan dan sombongkan ga akan bisa melawan malaikat maut.. salam persaudaraan seluruh rakyat indonesia!!! majulah jadi penerus pendahulu kita yang memperjuangkan indonesia merdeka dg mengorbankan harta,jiwa dan raga.!!!
ANUGERAH YANG TERINDAH ADALAH PERDAMAIAN YANG ABADI
April 21, 2009 pada 8:23 am
wans_cilacap
jaga sikap
jaga lisan
JAGA HATI
PEACE…..
April 25, 2009 pada 7:11 pm
Tulus
Klu memang mengacu kepada ajaran SH, perkelahian atau tawuran tidak akan terjadi, perlu pemahaman ajaran secara utuh, kematangan jiwa dan raga perlu diperdalam, seseorang sudah menyandang gelar pendekar, akan semakit takut berbuat brutal, karena kebrutalan malah melunturkan kesucian ajaran yang luhur……
April 30, 2009 pada 3:27 pm
Blanc
slam sedulur sh winongo panekan usahakan jaga kedamaian stk jo smpek di rusak’smakin tambah jaya aja.
Mei 4, 2009 pada 12:33 am
margono
Iya sy harapkan pr pendekar SHT dan SHWinongo tdk menghabis kan energinya di Madiun… bersatulah di Jakarta. Msh bny peluang yang menghasilkan lihat ke Jakarta jgn berkutat di Madiun aja.. tawuran ,menghabiskan energi tdk ada yg menang. Apbl bersatu banyak peluang di Jkt… jd tukang tagih, penjaga tanah….penjaga HTM peluang2 itu skrg dikuasai kelompok ambon, pendekar dari banten, Hercules dan lain2 yg sebenarnya jauh lebih kecil dibanding pendekar SH dari Madiun.
Mei 7, 2009 pada 7:26 am
ichu
mass yg dari pagar nusa mass ni ngomongnya koq jelek ngk pantes mas jd orang pagar nusa yg bansernya orang NU ahklaknya mas psht atau pshw t sama2 ngajarin kebaikan semua itu hanya oknum tertentu terus ya d salahkan pencak silatnya
Mei 8, 2009 pada 3:32 am
adjie
yah… podo salah’e yo ojo pakr kekerasan napa?podo ra eruh sejarah’e sing bener kq gaya sok fanatik…
nek kita damai mezti gak ada image yang buruk.n pencak tu harusnya buat cabang olahraga biar madiun terkenal atlitnya bukan tawurannya
Mei 9, 2009 pada 6:46 am
Jhony BElo
salam persaudaraan dari Saudarah2 dsri Timor-Leste
Mei 14, 2009 pada 1:38 pm
R D A
buat dinda: klo kesel ma orng PSHT tp ngomong yg baek dong jngn se`enaknya j…..gk smuanya gitu tau……….salam persaudaraan aku RDA From Nganjuk!
Oktober 15, 2009 pada 4:25 pm
tole
wes ndang tobat ojok bntrok ae………msok sek goblok ae dadi wong
Mei 22, 2009 pada 10:58 am
Putro Lembah Wilis
EKS
Sekedar pmbritahuan untk sedulur PSHT yg mmpertanyakan n mmpermslhkn SH PANTI dgn SH Tunas Muda…
SH Panti dan SH Tunas Muda sejatinya adalah 1,
SH Panti atau yg dlu mnjdi rmh Ki Ngabehi Suro Diwiryo,memang msh eksis hngga skrng,dan SH Panti tdk mmliki orgninasi yg bsr spt SHT dn PSHTM Winongo,,nah untuk pngorganisasian dn pnerimaan dsr mrid baru,kpngurusan dserahkn kpd SH Tunas Muda.Tdk smbrng orng dpt msuk SH PANTI…Mngapa brdiri thn 15 october 1965 dan dnmkn SH TUNAS MUDA??krn sjk thn 1964 SH asli Eyang Suro mnglmi kmnduran dan tk aktif,skain itu bnyk sdr SH asli yg sudah sepuh n pnrimaan anggota baru berkurang…Dan ditakutkn SH asli akan mnglmi kmnduran..Oleh krn itu Brdirilah SETIA HATI TUNAS MUDA,tunas muda SH penerus terorgnisasi dlm pnrimaan anggota..
SESEPUH SH PANTI BPK KOESNI dan PENGASUH SETIA HATI TUNAS MUDA BPK RDH SOEWARNO yg sdh ngenger k eyang Suro dr thn 1939 dikecer oleh murid eyang bernama HADI SUBROTO..Dan berdirinya SETIA HATI TUNAS MUDA mendapat PENGAKUAN dari SH PANTI sebagai wadah pnerimaan penerus SETIA HATI yang ASLI.. Dan bagi warga PSHT yang ingin mmperjlas uraian ini atau kurang percaya dan tlh mngumpat hbis2an PSHTM sbg SH tiruan,murtad,dan bkn Sh…silahkn k markas SH Panti di daerah Winongo selatan rel kereta api…
SETIA HATI dan PSHT adl BEDA..
Mengapa berdiri PSHT???
=Hardjo utomo murid Eyang Suro murtad dari SH Eyang Suro….
Mnurut pndngn Hardjo utomo,SH itu::
-Mengglng prsatuan bngsa,wadah n alat prjuangn mncpai mrdka
Menurut pandangan Eyang Suro::
-SH bkn wadah prjuangn bngsa ttpi perkmpulan pncak silat..
Jadi pertentangan terjadi=====::
Eyang Suro:Ilmu SH tdk mmbdkn SARA
Harjo utomo:Dg dtrma bngsa lain dpt mnjdi msuh dlm slmut.
Because hal tsb,,,
Hardjo utomo milih kluar,or murtadlah dr SH asli dn ijin mndririkn SETIA HATI MUDA,tetapi tdk dbri jwbn dr Eyang Suro…dan hardjo utomo nekad mndirikan SH muda hingga dicap sebagai SH MERAH ATAU SH KOMUNIS OLEH KI NGABEHI SURO DIWIRYO.. SHM brgnti mnjdi PSC n jadi PSHT thn 1942 pusat di desa pilangbangau(25km dr rmh saya),itupun SH asli masih ada di daerah Winongo,,trbukti krn Eyang Suro mninggl thn 1944
Jadi kesimpulannya PSHT dan SH berbeda,PSHT bukanlh SH yg smpurna krn pndrianya dhlu dcap oleh Eyang sbg SH MERAH atau SH KOMUNIS..
Dan ilmu SHTunas Muda adl SH asli krnSH Tunas Muda adl SH penerus SHeyang Suro yang hmpr pnah… Jadi buat sedulur SH Terate yg ngalor ngidul nggak tau opo2,jgn ngwur mntafsirkn yg mcm2..NGACALAH pd knyataan SEJARAHMU sendireeee….
Jelas bukan??? untuk sdraku SH TUNAS MUDA,jgn goyah dan tepengruh….JAYA SELALU SH WINONGO…STK 1903
Tinoto lan tatag sadhurunging lelaku bakal tutug anggone nglampahi….
EKS!!!!!
EKS
Juni 10, 2009 pada 1:54 pm
Misbache
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Salam Persaudaraan.
Untuk sedulur kabeh, yang terpenting pada jaman sekarang ini adalah kita menjadikan apa yang kita punya yaitu Setia Hati dengan segala pirantinya. Sadarkah sebenarnya kita diberikan oleh Alloh SWT melebihi dari orang lain yang tidak mempunyai SETIA HATI. Dengan itulah kita menjalani hidup ini. Kita selalu ingat akan “NGLURUG TANPO BOLO, MENANG TANPO NGASORAKE dsb” yang semua itu berarti kita dituntut untuk menjadi orang BIJAK. Dimanapun dan apapun titel profesimu jadilah orang bijak. apakah dari Winongo atau PSHT. Hentikan segala pertikaian yang hanya akan menambah panjangnya “KESAN” urakan, tak berpendidikan, kampungan, berfikir hanya pakai dengkul dsb. oleh orang-orang di luar SH. Hayo Teman dan saudara-saudara Sedulur Tunggal Kecer, jangan diteruskan fikiran orang-orang terdahulu yang picik dan selalu melihat ke belakang yang hanya akan menimbulkan sakit hati dan tidak produktif. Berbuat dan berbuat, berprestasi dan bermanfaat untuk Memayu Hayuning Bawono.
Trima kasih. Dari Sedulur yang ingin melihat SETIA HATI makin berwibawa dan disegani oleh siapapun. disenangi oleh orang dalam ataupun orang luar.
Drs. Dimyati, M.Pd.I.
Ngadiluwih Kab. Kediri. Jawa Timur.
Wassalamu’alaikum War. Wab
Salam Persaudaraan
Agustus 31, 2009 pada 11:15 am
mataharibumi
yang jaya tuh setia hati terate….
majulah terus sh terateq,,,,
jgn goyah oleh apapun,,,,,,,,,,,,
jangan mengecap yang paling bner tapi ngaca dulu dong nggonmu ke wis bener rung…..
September 7, 2009 pada 9:27 am
satriyo haryo trengginas
tekon mbah suro aja yuk.
Mei 24, 2009 pada 4:10 pm
Yuda
Masalah akan tuntas kalau sh winongo membenarkan sh terate ziarah di makam eyang suro. Pendekar sht dilarang oleh sh winongo ziarah dimakam eyang suro.
Mei 28, 2009 pada 2:11 pm
Rusdi
Ass wr wb. EKS. Kanggo sedulurku sh winongo ing tlatah nusantoro, monggo sami2 ngremboko ingkang pinujud dening laku iro. Mari kita sama istikomah dan intropeksi diri kita krn yg benar hny milik ALLAH swt kt hny mahkluk yg lemah dan doif, anggaplah cacian dan hinaan sbg ujian krn skali lg kebenaran hny mlk ALLAH swt dan kt sbg hamba hnylah bs berserah.
Juni 6, 2009 pada 8:05 am
edy genoa
dr dl yg saya dngar cuma balas dendam yang tak ad ujungnya..pdhal yang tu2 baik dari SHW orSHT dah nerimanya tapi yang muda2 sok sok an ,,,klu mau jadi pendekar jangan di indonesia bung,,,mending di israel atau dipalestina sana,,,udah lah bersatulah mereka gak ad gunanya balas dendam yg lalu biar lah berlalu,,,baik SHT or SHW sama2 satu perguruan jurusnya pun gak jauh beda,,,,gak ad untungnya berkelhi ma sodara sendiri,,,BERSATULAH PSHT&PSHW,,,BANGUNLAH PERSILATAN JANGAN DGNA NODA HITAM,,,
Juni 7, 2009 pada 6:18 am
marisman
yo mbok yo dadhi manungso iku sing podho nyadari
wong pinter ijik ono wong luwik pinter.
wong jago ijik ono wong luwik jago
yo mbok sing eling sak duwur-duwur re langit ,isih ono langit ( cah )
ojo mung di duk-duk ke sabuk putih
kudhuk ngerti arti ne cah
mulako to ojo di cedaki banyu gendheng
cedak o karo sing ngawe urip cah mengko rak tambah ilmu mu cah.
Juni 7, 2009 pada 6:21 am
marisman
sing rukun mas podho pendekar,
e
Juni 8, 2009 pada 5:05 am
soe-droen
INTI DARI PERGURUAN ATAU ORGANISASI ADALAH MENCARI PERDAMAIAN……………..JADI JGN SLHKAN UNTK MNCRI MUNGSUH………KEKUATAN KITA TIDAK AKAN DI BAWA MATI……….INGAT KTA2 BHINEKA TUNGAL IKA.?????????????????????????????
Juni 10, 2009 pada 10:32 am
CahBANKSAT.. Biar aku nakal kami suatu saat kn taubat
Lankar pagar nusa nganjuk mga ja ya
Juni 11, 2009 pada 2:39 pm
YUDI NGAWI
MAKASIH INFORMASINYA kakakku PUTRA LEMBAH WILIS
SEMGA JAYA SLALU.DAMAI DI MADIUN
SALAM TAT WAM MASI
Juni 13, 2009 pada 2:08 pm
cah ashwin
dunia gk da yg sempurna.aku gk suka sma psht karna brninya keroyokan dulu aku sering dikeroyok tapi aku ajak duel 1-1 gk da yg berani.pendekar apa preman?itukah ajaran psht sebagai tukang keroyok?
Agustus 29, 2009 pada 10:18 am
putra ASHTER
gk slah tu,,,,,,,,?bkan’y yg suka kroyokan tuh ank STK(sempak tu2p kontol)
krn mrka pndekar karbitan alias pndekar instan,gk latihan dah di anggap pndekar jd pndekar STK (sisa tentara komunis)gk bs pencak krn tuh brninya kroyokan,klo d ajak duel 1 lwn 1 gk brani,Beda ma PSHT untuk mndapat gelar pendekar syrat’y gk mudah msti ltihan dlu mlai dr dsar2 pncak silat smp bs d syahkan jd warga atau pndekar.
Juni 14, 2009 pada 5:08 am
massun
ya perdamaian itu sangat nikmat dan nyaman, tapi pertarungan juga nikmat bagi orang orang tertentu, terutama yang belum pernah merasakan nikmatnya iman dan perdamaian. PEACE!!!!
Juni 19, 2009 pada 9:28 am
anwar
untuk putro lembah wilis
Sangat tidak masuk akal kalau sh tunas muda adalah sh-nya Eyang Suro. Kalau mengaku sebagai SH nya Eyang Suro kenapa lambangnya berbeda dengan SH nya Eyang Suro. Lagi pula pendiri SH tunas muda sangat jauh lebih muda bila dibandingkan dengan pendiri SH Terate. Pendiri SH Terate adalah murid tertua dan terlama Eyang Suro. Jadi ilmunya lebih banyak daripada pendiri SH tunas muda yang hanya 3 tahun ngenger ke Eyang Suro. Ki Harjo Utomo adalah murid kesayangan Eyang Suro dan dikecer oleh Eyang Suro sendiri. Lihat siapa yang mengapit Eyang Suro di foto yang sudah beredar di kalangan SH Panti dan SH Terate. Dan Ki Harjo Utomo mendirikan SH Terate telah mendapatkan restu dari Eyang Suro sebagai wadah perjuangan melawan penjajahan. Tidak mungkin Eyang Suro berpihak pada penjajah, justru beliau sangat benci kepada penjajah. Benar Eyang Suro tidak mempermasalahkan SARA. Namun tidak untuk penjajah. SH yang asli adalah SH yang berani mengakui jati dirinya. SH Terate berani mengakui dirinya berdiri di tahun 1922. Karena memang secara resmi berdiri pada tahun itu atas restu Eyang Suro. Dan SH Terate tidak mengaku-ngaku berdiri pada tahun 1903. Beda dengan SH Tunas Muda Winongo yang secara resmi berdiri pada tahun 1965, tapi tidak jantan mengakuinya. Ia mengaku SH 1903. Padahal yang ngecer pendiri SH Tunas muda bukan Eyang Suro sendiri. Dan hanya sebentar mengetahui Eyang Suro alias waktu itu masih krucuk. Kalau ngaku SH asli janganlah bersikap kecoak dan tidak jantan mengakui tahun berdirinya. Ingat SHO dan SH Terate maupun SH Panti berani mengakui jati dirinya. Kenapa SH Tunas Muda tidak ?? Nah sekarang ketahuan hasilnya. SH Terate sudah tersebar kemana-mana dan sangat terbuka. SH Terate tidak hanya mengejar kwantitas tapi kwalitas yang diutamakan. Berbagai macam prestasi telah diraihnya. Baik di even lokal, nasional dan internasional. SH Terate bisa berdarma bakti untuk bangsa dan negara, baik di bidang pendidikan, sosial dan budaya. Sopo sing nandur pari bakal tukul pari, senajan suket yo iso melu tukul. Nanging sopo sing nandur suket ojo pisan-pisan ngarepake tukule pari.
Agustus 29, 2009 pada 10:37 am
wahyu putra wilies
nah aq spendapat ma mas anwar,,,,,SHT sngat mngutamakan kwalitas
trbukti dgn adanya ltihan sblm d syahkan jd warga.klo ASWIN gk ltihan dah bs jd pndekar,krn tuh braninya kroykan coz gk bsa pencak,
Oktober 2, 2009 pada 3:20 am
arif
sipz pak bozz, harus di jelaskan tuh, biar sh winongo gak sok teu.
emang kenyataanya PSHT lah yang tetep jaya. bahkan bisa sampai luar negeri. klu SH winongo kok gak pernah keluar dari madiun ? gak punya murid apa emang gak ada yang mau jadi anggota SHwinongo sih …???
Juni 19, 2009 pada 7:40 pm
agus
salam persaudaraan
E K S
dari anak nganjuk
STK JAYA
Juni 21, 2009 pada 7:10 am
KETUrunane Pangeran adi pati Mangku diningrat.
Asalamualaikum,SH sebenarnya mengajarkan ajaran berupa bela diri lahir batin untk mencapai keselamatan hidup di dunia akherat,sebenarnya ajarn sh jauh dr kekerasan,menyinggung sejarah perkembangan sh: mengenai sh panti itu berdirinya justru setlah berdirinya sh tunas muda winongo,krn sebelum berdirinya sh tunas muda winongo dan sh panti, masih bernama persaudaraan setia hati peninggalan eyang suro,pada sepeninggal eyang suro sh mengalami kevakuman kepemimpinan jadi sepeninggal eyang suro kepemimpinan sh dijunjung bersama-sama kemudian setelah mengalami kemunduran pd sh peninggalanya eyang suro krn disebabkn banyak anggotany yg sdh tua dan sangat sedikitny minat pemuda yg ikut sh peninggalnya eyang suro, jadi pd waktu itu sh peninggalan eyang suro boleh dikatakan sdh hampir mati,maka pada tahun 65 salah satu murid eyang suro yg masih paling muda dan paling tinggi keilmuanya di shnya eyang suro yg bernama R.H.Ddimat Hendro Soewarno atau yg biasa dikenal dengan nama Bapak Soewarno berinisiatif untuk mengaktifkan/meneruskan ajaran shnya eyang suro yg sampai pada saat ini disebut dengan Persaudaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo dengan memakai lambang baru sh tunas muda winongo dan lambang lama sh eyang suro Kembang tepus kaki,kemudian setelah aktif dan kembali minat pemuda untuk ikut SH yg kemudian mengalami perkembangan yg begitu pesat,maka sesepuh dari sh peninggalanya eyang suro yg lain yg tlah mewarisi rumah eyang suro dan sesepuh-sepuh yg lainya juga berinisiatif untuk mengaktifkan kembali ajaranya eyang suro yg sampai saat ini disebut dengan sh panti tanpa lambang dan atribut , kebanyakan anggota SH panti dari kalangan orang-orang yg sudah sepuh/tua, lebih mengutamakan beladiri batinya sedangkan SH Tunas Muda Winongo seimbang yakni mengutamakan ilmu kebatinanya dan ilmu lahirnya dengan motto : MENS SANA IN CORPORE SANO , AMAR MAKRUF NAHI MUNGKAR.
Wallahua’lam.
Sumber : berbagai sumber. Wasalamualaikum warohmatulLahi wabarokatu
Juni 21, 2009 pada 3:21 pm
zEin
I LOVE SH TERATE
aku dri pace nganjuk
salamnya persaudaraan
Juni 21, 2009 pada 3:30 pm
zEin
SELAMA MATAHARI MASIH BERSINAR SELAMA ITU JUA SH TERATE JAya UNTUK SELAMA LAMANYA
Juni 23, 2009 pada 3:40 pm
ARAK CLUB nganjuk selatan
Hidup mati tetap pagar nusa.. Salam bwat saudara.. Tunas putih, STK, IKS, from belenk
September 7, 2009 pada 9:37 am
satriyo haryo trengginas
hidup mati tetap tuhan yang maha esa.
prestasi yes!
miras no!
Juli 3, 2009 pada 10:15 am
sastro
ELING-O MARANG SEJARAH
KUAT-NO ELINGAN MU MARANG SEJARAH
SLAMET-MERGO ORA NGUBAH SEJARAH
SLAM FOR ALL SH
Juli 4, 2009 pada 5:30 pm
nanang
salam EKS saya harap SH winongo & SH terate damai g usah ejek2 an,g usah tawuran kita sama2 manusia,sama2 makhluk tuhan,sama2 1 negara indonesia,sama2 murid nya eyang suro,semboyan indonesia kan BHINEKA TUNGGAL IKA(berbeda2 tetap satu jua)salam EKS NO WARRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR
Juli 12, 2009 pada 5:35 am
koplink
S T K JAYA GAK KAN PERNAH PUDAR ANAK2 S T K MADIUN TETAP JAYA
Juli 12, 2009 pada 5:40 am
koplink
hidup anak3 stk tetep jaya
from koplink cah AE 1903 SH madiun
Juli 13, 2009 pada 2:28 pm
luken
salam persaudaraan sht jaya apa ya stk jaya dari ujung sabang sampai merauke sht ada bro jgn salah stk ada ya cuma di madiun keluar dong
Juli 18, 2009 pada 4:22 pm
Ichiro
Dimana ada keributan, disitu pasti ada SH terate.
emang dimana2 biang keladinya cman SH terate.
beraninya cmn bergerombol. coba klo 1 lawan 1. Brani Gak ?????
Agustus 31, 2009 pada 11:18 am
mataharibumi
berani……..
NGLURUG TANPO BOLO MENANG TANPO NGASORAKE…..
sabarlah sht q walau dicap biang keladi keributan,,,tuh cuma pndapat orng2 yang sirik za…..semakin tinggi pohon semkin kncang juga angin yang meniup….karna sht berkmbang pesat jadi semua pada syirik
Juli 31, 2009 pada 3:47 am
Mbah Joyo
SALING BEREBUT KEBENARAN
Antara PSH Terate dan PSH Tunas Muda Winongo, kedua-duanya saling berebut kebenaran, “Pilangbangau” menganggap dirinya yg paling benar dan “Winongo” menganggap dirinya paling benar, masing-masing mempunyai argument serta versi sejarah masing-masing, yg di yakini oleh para pengikutnya fanatiknya.
Pertanyaan :
Kenapa masing-masing saling berebut kebenaran?
Jawaban :
Karena masing-masing belum memegang kebenaran itu sendiri, jadi saling rebutan kayak anak kecil walaupun usianya sudah dewasa.
Kalau memang kebenaran itu sudah di pegang, kenapa harus berebut??
Saling berebut kebenaran itu tandanya bahwa kebenaran itu belum di pegang
Juli 31, 2009 pada 4:35 am
http://www.shiddiqiyyah.org
Kebenaran Sejarah?
PSH Terate mempunyai versi cerita sejarah sendiri dan PSH Tunas Muda Winongo mempunyai versi cerita sendiri.
mana yg benar??…. he…he …he
PSH Terate menganggap cerita sejarahnya paling benar dan asli.
PSH Tunas Muda Winongo menganggap cerita sejarahnya paling benar dan asli.
Pertanyaan :
Kalau PSH Terate paling benar dan asli , terus mau apa?apa yg akan diperoleh?
Kalau PSH Tunas Muda Winongo paling benar dan asli , terus mau apa?apa yg akan diperoleh?
Apa memperoleh kebanggaan?
Merasa paling hebat?
Merasa paling dihormati?
Merasa paling asli?
Merasa paling murni?
He….he…he…he…..
Apa yg kamu peroleh dari itu semua??
Apa yg kamu dapatkan dari itu semua??
Semua cerita sejarah masing-masing “Kelompok” berdasarkan cerita-cerita dari mulut ke mulut, dari stensilan-stensilan, dari foto copy , yg jika di pandang dari sudut “kebenaran” belum tentu benar semua & belum tentu salah semua, jadi ngambang.
Katanya si-A begini …………………
Katanya si-B begini …………………
Berdasarkan stensilan A begini ……………
Berdasarkan stensilan B dan foto copy C begini …………….
Perbedaan adalah Rohmat Alloh, perbedaan adalah nikmat yg di berikan oleh Alloh.
Saling hormat- menghormati antara yg satu dengan yg lainnya.
Saling harga menghargai antara satu dengan lainnya
**********************************************************
Kalau memang kebenaran itu sudah di pegang, kenapa harus berebut??
Saling berebut kebenaran itu tandanya bahwa kebenaran itu belum di pegang
Juli 31, 2009 pada 4:54 am
http://www.shiddiqiyyah.org
Pada tahun tersebut, guru beliau Guru Besar Raja Kenanga Mangga Tengah O.G. Nyoman Ide Gempol diizinkan pulang ke Bali. Ilmu beliau dapat dinikmati oleh Saudara-saudara “S-H” dengan suatu motto::
“GERAK LAHIR LULUH DENGAN GERAK BATIN”
“GERAK BATIN TERCERMIN OLEH GERAK LAHIR”
****************************************************************
Pertanyaan :
Kalau saling ngotot dan saling bertengkar antara satu dengan lainnya, berarti bagaimana “Gerak Batinnya”???
Kalau saling baku pukul, baku hantam , saling caci maki, mengumpat, berarti bagimana “Gerak Batinnya”???
Padahal gerak batin tercermin oleh gerak lahir ??? (katanya lho…he..he, kata foto copy A, stensilan B, katanya si-A, katanya si-C)
Agustus 5, 2009 pada 10:43 am
ibez
eks…. slm knl smuany……. damai bro..
Agustus 5, 2009 pada 10:46 am
ibez
malu bro,ribut2.. g jelas
Agustus 5, 2009 pada 3:05 pm
hans
sok ngerti…kabeh,sok tau,sok pinter……iki sing marai tukaran…mbok sing rukun…ra enek sing entuk hadiah ko…. sejarah ko direbutkan…..lele..
Agustus 6, 2009 pada 11:54 am
putra
alangkah baiknya kita sbgai sedulur tunggal kacer, psht maupun pshw untuk berdamai. seperti pesan mbah suro.
Agustus 8, 2009 pada 12:59 am
Gemboz dolopo
Orang SH sejati adalah orang yang berbudi luhur tau benar dan salah,tidak membesar2kan dirinya,dan selalu menghargai orng lain meski beda latar beläkang.q mns sht,tapi aku suka dan menghargai shw stk jaya.kta orang ìslam,yang d mana persaudaraan antara kta yg satu dengan yg laen adlh bagaikan suatu bangunan yg kokoh,dmn bangunan yang satu saling mengokohkan yang laen.peace love,unity,and respect.papat Kiblat Limo Pancer.
Jaya All SH.Alloh u Akbar…..!!
Agustus 8, 2009 pada 1:12 am
Gemboz dolopo
BUAt:satriyø.
Moga kamu bisa memenangkan kejurnas lgi and moga seterusx xm bisa go internasional,dan kembali mengharumkan bangsa lwat ΨPSHTΨ tercinta kta.
Agustus 9, 2009 pada 6:42 am
PAIJO
EMANGNYA KLU MAU JADI PERAMPOK / BAJINGAN HARUS BERGURU DI SHW / SHT YA…BIAR BISA DI TAKUTI SEMUA ORANG,WAH KLU GITU HEBAT YA PERGURUAN SH…GAK CUMAN BISA TAWURAN KESANA KEMARI,TAPI JUGA BISA JADI PERAMPOK / BAJINGAN YANG TERHEBAT…GUE SALUT…SEKIAN BANYAK PERGURUAN DI INDONESIA YANG PALING TERKENAL ADALAH SH….OOO MAKSUDNYA TERKENAL BAJINGANNYA / RAJA PEMBUAT KISRUH…OHH… MEMALUKAN….EMANGNYA ADA YA AJARAN UNTUK MERAMPOK /MEMBAJING…
TOLONG PAK POLISI SEGERA MENGHENTIKAN ORGANISASI TSB,KALAU PAK POLISI GAK INGIN MELIHAT TAWURAN KESANA KEMARI…
September 7, 2009 pada 9:40 am
satriyo haryo trengginas
anak kurang makan atau orang ngerti agama aj bisa jadi penjahat,mua tergantung pribadinya coy!
Oktober 2, 2009 pada 3:03 am
arif
maaf mas paijo, mungkin emang ada sbagian dari perguruan yg mas paijo sebut itu ada yang berkelakuan seperti yang mas paijo sebutkan. tapi ingat mas paijo… tidak semuanya dari anggota perguruan tsb berkelakuan yang salah. masih banyak yang mengamalkan dengan benar. contohnya begini mas paijo… anak sekolah aja ada yang nakal, ada yang pintar, ada yang patuh sama gurunya, nah di ibaratkan seperti itu mas paijo. namanya orang tuh ada yang sempurna dan ada yang kurang sempurna. trim’s mas paijo. salam kenal. perlu mas paijo ingat bukan dari satu perguruan yang berkelakuan tsb yg mas paijo maksutkan, tapi mas paijo kurang melihat ke kiri dan ke kanan. tolong sebelum menulis di pikir ya mas paijo.
Agustus 13, 2009 pada 7:42 am
prayoga
exist “SH TERATE” lanjutkan!!!!!!!
Agustus 13, 2009 pada 2:29 pm
larosse
jangan musuhan donk toh yang menang juga sakit
Agustus 29, 2009 pada 11:36 am
wahyu putra wilies
tau gak klian smua,cucu dri soewarno mlah plih ikut PSHT
krn mrsa ajran PSHT lbih baek kwantitas maupun kwalitas’y.
skrang dy malah jd pngrus cabang d KOREA
September 1, 2009 pada 12:45 am
jondil
Semua benar menurut dirinya sendiri. Bahkan bagan di atas itu juga benar menurut karep e dewe.
Menurut saya yang paling tahu ada di Madiun jalan Salak II/8 atau tanya ke Panti Setia Hati di Jalan Gajah Mada Madiun.
Menurut sepengetahuan saya bagan diatas :
Pertama STK (Sedulur Tunggal Kecer) berdiri di Surabaya (1903).
Tahun 1917 (di Madiun) beganti nama Setia Hati.
Kemudian berturut murid Setia Hati mendirikan perguruan sendiri, antara lain:
1) SHO (Setia Hati Organisasi
2) Setia Hati Terate, yang semula saya ndak tahu namanya
3) Setia Hati Winongo Tunas Muda
4) Lain-lain.
SHO tidak pernah bergabung dengan Setia Hati Panti. Jadi SH asli (SH Panti) tetap exist dan tetap menerima saudara baru. Memang tidak banyak karena persyaratannya tidak ringan.
Setahu saya nama SHO tahun 1975 diganti menjadi PSH saja. Tapi masih ada orang-orang lama tetap memakai nama SHO. Orang-orang SH Panti tidak mau meng klaim masalah ini. Karena benar-salah urusan Yang Di Atas.
September 5, 2009 pada 9:45 pm
karno
“Keprihatinan sangat dirasakan oleh siapapun, baik para warga setia hati (PSHT & PSHW) maupun warga sipil yang merasa tidak tenang dengan adanya keributan2 yang timbul”.
Mari satukan rasa dan persepsi, jangan ambil benar-nya sendiri.
Pendiri kita yang telah amat sangat berjasa mempersatukan pendekar-pendekar muda yang terpilih… “mari kita hormati, hargai & junjung tinggi tujuan mulia beliau”
Kalau mau anarkis, “JANGAN PAKE ALMAMATER BUNG”.
September 15, 2009 pada 4:59 pm
Rosyid solo
Di atas awan msh ad awan,,di atas langit msh ad langit..ingtlah hdup di dunia ini qt cman sbntar ..ngpain qt hrus ribut soal kbnaran..ngpain hrs tawuran…gx penting it smw coy.yg penting skrng gmn craNy qt mengamalkan ilmu yg qt pnya…buat PSHT tetep jaya slamanya,slm persaudaraan..jy trus sh terate…buat sh win0ngo peace brow damai itu indah..OK coy..
September 17, 2009 pada 7:30 pm
gendhut
fakta
Ki Ngabehi Surodwiryo wafat pd thn 1944 tp knp Ki Hadjar H. Oetomo sdh mendirikan PSC ( SH terate ) pd thn 1922 di Pilangbango pdhal msh ada PSH yg asli di Winongo.
Menurut Ki Ngabehi Surodwiryo SH merupakan perkumpulan pencak silat & tdk membedakan SARA, sdgkan menurut Ki Hadjar Oetomo SH adalah sarana perjuangan kemerdekaan, jd sdh beda tujuan antara keduanya.
Pd thn 1965 PSH Asli tdk begitu aktif krn byk saudara SH yg sdh sepuh bahkan wafat mk untuk mengaktifier kembali dibentuklah SH tunas Muda yaitu SH yg akan selalu bersinar.
ajaran SH bkn utk dipamerkan kpd masy atw utk diprestasikan tp utk diamalkan, mk ajaran SH asli jgn disalah artikan !
September 28, 2009 pada 8:30 am
AE 45 LI
Elingo le le !!!!!! neng donyo iki gor sedelo ora suwe alias ora kekal, ojo seneng tukaran amargo bedo perguruan, kabeh iku dulor, mbesok leh mati ora ditakone perguruanmu opo, mulo akeh2 ho tumindak seng becek lan manfaat kanggo menungso liyane, supoyo slamet neng donyo lan neng akherat.
S4L4M D4M41
September 28, 2009 pada 9:36 am
medioen
salam perdamaian !!!!!!!!
Oktober 5, 2009 pada 6:21 am
eyang jati wangi
kabeh jalarane teko jiwane lan lingkungane, poro leluhur wis do paring wedar yen jatine pendekar kudu imbang antarane bathine jiwane lan ragane yen isih do tawuran mratandani iku lingkungane teko pelatihane sing ora pener, ateges pelatihe iku ra duwe unggah ungguh ngajari kabenerane toto kromo jawi, haruse pendekar pencak kudu duweni etika sopan santun merga ono gandeng rentete karo unggah ungguhing jawi, eling marang jatine jawi kudu eling lan waspodo, yo memayu hayuning bawono lan kinasut lir handoyo paseban jati, yo mikul duwur mendem jero lak yo tho … dulur..
Oktober 18, 2009 pada 11:26 am
abit
mgo2 ae wong sh kbeh ngono.
Oktober 20, 2009 pada 4:57 pm
Heru Purnomo, ST
Alhamdulillah tgl 18 oktober 2009, kami dari PSHT ranting bekasi utara telah mengadakan acara halal-bi halal pada saat yang sama juga diadakan cabang bekasi di cikarang, dengan undangan 300-orang ternyata yang datang jauh melebihi kapasitas kami, dengan tampilan dari putra dan putri kami yang telah menjuarai silat tingkat jabodetabek dan tingkat nasional dan dengan diiringi reog ponorogo, seluruh warga antusias melihat atraksi pencak silat dan campursari
Selamat buat panitia dan seluruh sedulur PSHT, ternyata meskipun di bekasi ternyata anggota PSHT lumayan banyak. Semoga PSHT yang sudah mendunia ini bisa langgeng dan memiliki hati yang luhur amin.